9 Kamera Anti Air Yang Dikhususkan Untuk Fotografi Underwater

Cetak Foto Instagram - Bagi kalian yang hobi dengan dunia snorkling dan menyelam, atau memang kalian menyukai kehidupan bawah air, keberadaan sebuah kamera yang dikhususkan untuk bawah air tentunya akan mampu bertahan dikedalaman air dan mampu memotret dengan maksimal ketika berada didalam air. ini merupakan sebuah keharusan bagi kalian, sama halnya dengan kamera biasa, pemilihan kamera underwater yang tepat merupakan syarat mutlak bagi kalian untuk menghasilkan hasil gambar yang menakjubkan. namun tentu saja pada prinsipnya kamera secanggih apapu yang kalian gunakan nantinya akan menjadi percuma jika kalian tidak memahami bagaimana cara memilih kamera yang tepat untuk fotografi underwater. untuk itu pada artikel ini akan di ulas mengenai kamera yang cocok untuk fotografi underwater, kalian dapat menyimak penjelasan berikut ini :

Ckeyin Sports DV 30m Waterproof


kamera digital action ini mampu bertahan dalam air hingga kedalaman 30 meter. Selain itu kamera ini juga dibekali dengan lensa berukuran 5MP yang mampu menghasilkan foto berkualitas terbaik dengan resolusi 2592 x 1944 pixel. Bila digunakan untuk merekam video kamera anti air ini mampu menghasilkan video berukuran 1080p.

Untuk sumberdaya yang digunakan pada kamera waterproff termurah ini didapat dari sebuah baterai berkapasitas 900mAh dengan jenis baterai Li-ion. Selain itu kamera ini juga dilengkapi dengan slot microSd yang dapat digunakan hingga 32GB.

Untuk kamu yang suka berfoto selfie, kamera ini juga dilengkapi denggan fitur timer didalamnya, jadi kamera waterproof ini akan memotret secara otomatis tanpa perlu menekan tombol.

Dengan harganya yang hanya 493 ribuan saja, kamera waterproof ini sudah terbilang sangat murah karena dibekali dengan teknolgi yang sangat canggih didalamnya. Untuk kamu yang senang dengan hiking kamera ini sangat cocok dan juga sangat pas untuk kantong mahasiswa.

Xiaomi Yi Waterproof


Kamera waterproof murah dengan kualitas terbaik yang selanjutnya yaitu Xiaomi Yi. Kamera yang hanya dibandrol dengan harga 1.5 jutaan ini memiliki kemampuan yang baik, baik itu dalam hal fotografi maupun merekam video. Hal tersebut karena kamera aksi ini dibekali dengan lensa berukuran 16 Megapiksel menggunakan sensor buatan Sony, Exmor R CMOS yang mampu merekam video berkualitas 1080P / 60 fps.

Berpetualang akan semakin menyenangkan ditemani dengan Xiaomi Yi, apalagi adanya teknologi built-in WiFi yang terdapat pada kamara aksi yang satu ini, dengan teknologi tersebut pengguna dapat mentrasfer, mengedit, hinngga membagikannya ke sosial media secara langsung dengan bantuan smartphone yang telah dihubungkan dengan kamera. Berkat teknlogi tersebut, kamu juga bisa mengntrol kamera menggunakan smartphone meskipun dari jarak yang cukup jauh.

Untuk memory penyimpanan, kamera aksi ini telah dibekali dengan slot MicroSd yang mampu menampung hingga 64GB dan sebaiknya menggunakan Micro SD Card Class10+ agar hasilnya lebih memuaskan. Xiaomi juga membekali kamera waterproof ini dengan baterai yang berkapasitas cukup besar, yaitu 1100mAh.

Agar dapat digunakan didalam air tentunya Xiaomi Yi harus menggunakan Casing waterproof, dan sayangnya aksesoris ini dijual secara terpisah oleh Xiaomi, jadi jika pengguna ingin memilikinya harus membeli Casing waterproof tersebut dengan hargaa 150 ribuan saja.


Lapara HRD34 Waterproof


video maupun memotret didalam air, kamera ini mampu bertahan hingga kedalaman 15 meter, jika kamu salahsatu orang yang hobi menyelam/snorkeling di laut, kamera ini sangat cocok untuk kamu miliki. Soal harga kamu tidak perlu takut kemahalan, karena kamera waterproof ini dibandrol dengan harga yang sangat murah.

Dengan harga 785 ribuan saja, kamu sudah dapat menikmati berbagai fitur canggih yang dimiliki oleh kamera waterproof ini. Dibekali dengan lensa berukuran 5MP kamera ini dudesain khusus untuk kamu yang suka snorkling. Kamu tidak perlu memegang kamera ini dengan tangan karena sudah terpasang langsung dengan kacamata selam. Selain itu kamera ini juga dapat dilepas, jadi kamu dapat menggunakannya dimanapun tidak hanya di dalam air. Kamera terbaru yang satu ini pokoknya sangat cocok untuk kamu yang tidak ingin ketinggalan momen seru yang dialami.

Kamera ini dilengkapi dengan resolusi 5MP dan mampu menghasilkan foto berkualita 1280 x 960 dpi. Selain itu kamera waterproof termurah inipun juga dapat menggunakan memory eksternal hingga 32GB sehingga memungkinkan untuk kamu menyimpan gambar lebih banya. Kamu juga dapat mengubungkan kamera ini dengan televisi maupun komputer. baterai yang digunakan juga mampu bertahan sangat lama.

SJCAM SJ4000 WiFi Waterproof


SJCAM adalah salah satu brand Action Cam yang cukup terkenal di Indonesia. Sudah banyak produk kamera yang telah mereka pasarkan di Indonesia, salah satunya adalah SJCAM tipe SJ400. Kamera waterproof yang satu ini memang cukup populer dikalangan masyarakat, terlebih karena harganya yang cukup murah dan dapat dibeli oleh semua kalangan.

Selama ini GoPro merupakan kamera aksi terbaik yang kualitasnya tidak bisa diragukan lagi, namun kamera dari GoPro dibandrol dengan harga yang cukup tinggi, oleh karena itu SJCAM dapat menjadi solusi bagi kamu yang ingin memiliki kamera aksi waterproof dengan kualitas yang cukup baik dengan harga yang murah. Namun jika dibandingkan dengan kamera GoPro tentunya kualitas kamera waterproof ini akan berbeda jauh, baik dari segi fisik ataupun tampilan hingga kemampuannya mengabadikan moment.

Selain mampu menghasilkan video dengan kualitas HD, SJ400 juga mampu mengambil gambar berkualitas baik dengan kamer yang memiliki resolusi 12 Megapiksel. Bagi kamu yang suka berpetualang, kamera waterproof ini telah dilengkapi dengan aksesoris yang cukup lengkap, jadi bisa dipakai diberbagai medan, seperti di darat, di udara, bahkan di dalam air.

Keistimewaan SJ4000 tidak hanya sampai disitu saja, kamera ini juga mampu dikoneksikan dengan ponsel pintar, baik itu yang berbasis Android maupun iOS. Pengguna hanya perlu mendownload aplikasi bernama ‘SJCAM HD’ yang tersedia di Google Play Store dan sudah bisa digunakan untuk mengontrol kamera. Hal tersebut karena kamera ini telah dilengkapi dengan fitur Wi-Fi yang berguna untuk menghubungkannya dengan smartphone.

Ricoh WG-20 Waterproof


Ricon WG-20 adalah kamera waterproof terbaik yang dibandrol dengan harga murah. Kamera waterproof ini dibekali dengan sensor CCD 14 Megapiksel, Lensa 28mm yang memiliki kemampuan zoom optical hingga 5x. Selain itu Ricon WG-20 juga memiliki sebuah layar LCD yang berukuran 2.7 ici.

Yang menarik dari kamera ini yaitu pada bagian belakang telah dilengkapi dengan 5 lampu LED yang dapat mendukung fotografi dalam keadaan kurang pencahayaan. Adanya fitur digital shake reduction juga dapat digunakan untuk memotret maupun merekan video agar hasil yang didapatkan lebih tajam.

Soal ketahanan nampaknya kamera waterproof yang satu ini tidak bisa diragukan lagi kemampuannya. Ricon WG-20 mampu diajak berenang hingga kedalaman 10 meter dan kamera ini juga tahan banting dan mampu menahan benturan dari ketinggian 1.5 meter. Selain tahan air dan tahan banting Ricon WG-20 juga tahan beku, terbukti kamera ini mampu bertahan dari udara dingin hingga -10° Celcius.

Ricon WG-20 sangat cocok sekali untuk menemani petualangan kamu, dan mengbdikan setiap momen yang terjadi dalam perjalanan. Soal harga, kamera waterproof ini tenunya dibandrol dengan harga yang cukup murah yaitu sekitar 2 jutaan saja.

Demikian ulasan mengenai 9 kamera anti air yang dikhususkan untuk fotografi underwater, semoga menginspirasi.

10 Tips Fotografi Bawah Laut Yang Sangat Menginspirasi



Cetak Foto Murah Di Jakarta - Diving tidak hanya sekadar menikmati alam bawah laut saja, tapi ada juga seni memotret pemandangannya yang indah.  Diving juga telah menjadi bagian sport yang sudah mulai banyak digemari oleh orang di Indonesia, banyak kursus diving menjamur di Indonesia. Ditambah dengan adanya kamera digital menambah satu hobby baru bagi pencinta diving.

Berikut ini adalah 10 tips fotografi bawah laut yang perlu kalian ketahui :

1. Lakukan sekenario pemotertan.
Sebaiknya divers sudah memiliki pengetahuan medan yang akan diselami jika belum tanyakan pada pemandu atau guide nya. Perlu juga diketahui dalamnya dive sehingga sudah kita set iso , filter , kempampuan blitz sehingga sewaktu kita dive tidak perlu pusing lagi menentukan iso dan compensasi blitz

2. Siapkan perlengkapan camera dan under water case dengan benar.
Lakukan check ing untuk terakhir kalinya di boat pastikan semua fungsi kamera berjalan dengan baik terutama check baterainya dalam kondisi full. Jika anda belum memiliki kamera khusus untuk bawah laut, anda tidak harus membeli kamera tersebut, anda bisa menyewa kamera khusus untuk di bawah laut, di tempat sewa kamera yang menyediakan kamera tersebut.

3. Tentukan lensa yang akan dipakai dan kamera yang dipakai.
Dalam teknik pengambilan foto yang ada di air, wide angle dan makro adalah pilihannya. Menggunakan wide angle menghasilkan foto dengan sudut lebar, sedangkan fungsi makro membuat objek kecil di bawah laut terlihat jelas. Sehingga pemilihan lensa harus berbeda tergantung tujuan hasil foto yang diinginkan.

4. Kemampuan dive yang cukup baik.
Meskipun menyelam merupakan teknik dasar, namun pendapat dari para fotografer terkemuka menyatakan bahwa keahlian scuba diving menjadi hal pokok. Karena menyelam sambil membawa peralatan kamera yang cukup berat bisa membuat tarikan napas tersenga senga. Sehingga dibutuhkan banyak latihan dari si fotografer.

5. Lakukan pemotretan dengan pemantauan disekitar objet yang difoto.
Lakukan observasi di daerah yang akan difoto untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti:

  • Gelombang atau arus yang deras
  • Slope atau karang disekeliling , jangan sampai waktu pemotretan makro kita hanya fokus dengan object yang difoto kita tidak tahu disekitarnya ada karang yang tajam atau coral yang rapuh sehingga jika tidak menjaga keseimbangan akan merusak karang yang membutuhan waktu puluhan tahun untuk bertumbuh hanya 10 cm saja.


6. Menyatukan beberapa fitur di kamera
Ada tiga fitur utama yaitu aperture, shutter speed, dan ISO. Untuk hasil foto maksimal, ketiga fitur ini harus di setting dengan baik.

7.Lakukan pemotetan berulang ulang dengan berbagai angle.
Hal ini dilakukan karena kita belum tentu menghasilkan foto yang baik , juga karena belum tentu kita menemukan object yang sama dengan kondisi yang sama

8.Fokus dimata.
Fokuskan dimata untuk object ikan sehingga object akan terlihat lebih tajam dan fokus

9.Ingat Pasokan udara.
Inggat untuk tetap melihat pasokan udara , jangan sampai kita lupa untuk melihat pasokan udara karena terlalu asik memotret

10.Konvervasi lingkungan bawah laut.
Ingat untuk menjaga lingkugkan bawah laut karena itu aset dunia.

Demikian ulasan mengenai fotografi bawah laut, semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi kalian.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Metering Pada Kamera DSLR



Cetak Foto Kanvas Murah - Definisi mengenai teknik metering dalam fotografi merupakan proses mengukur pencahayaan agar menghasilkan foto yang baik secara teknis. Secara umum, kamera harus “diperintah” untuk melakukan pengukuran pencahayaan oleh pemotret dalam berbagai pilihan tindakan. Pilihan tindakan itulah yang disebut metering dengan metode matrix, center weight, dan spot.

Metering sebenarnya sangat kecil porsinya dalam sebuah foto karena ada 3 faktor yang lebih dominan, yaitu: komposisi, angle dan moment. Walau porsinya kecil dan bisa dikoreksi dalam batas tertentu, metering merupakan pintu masuk ke sebuah foto. Kesalahan metering yang masih bisa dikoreksi dengan baik adalah: kalau over maksimal 1 stop, kalau under kadang masih bisa 2 stop.

Proses metering dimulai dengan membaca buku manual kamera. Kuasai tombol-tombol dan bagian yang berhubungan dengan metering ini. Metering akan sangat mudah kalau pemandangan yang akan dipotret cahayanya rata, artinya tak ada yang terang banget dan tidak ada yang gelap banget.

Kegiatan metering mulai dilakukan dengan memilih metoda apa yang akan dipakai. Secara umum, ada 3 macam cara metering. Namun di kamera-kamera yang baru, ada beberapa metoda tambahan yang sebenarnya cuma variasi yang 3 itu.

Metoda metering pertama adalah Matrix atau Average atau Evaluative, yaitu mengukur area pemotretan dengan merata-ratakan cahayanya. Metering Evaluative menganalisa seluruh bidang yang difoto lalu membuat kesimpulan. Beda kamera ada beda hasil, walau bedanya sedikit.

Metoda metering kedua adalah Center Weight (CW). Kalau Evaluative merata-rata seluruh permukaan foto, CW hanya sekitar 40 persen bagian tengah.

Metoda metering ketiga adalah Spot. Secara umum, metode spot tidak praktis untuk memotret cepat. Sebaliknya, metode matrix relatif paling aman untuk memotret secara umum asal kalian selalu siap dengan kompensasi.

Saat memotret, kalian harus melakukan metering pada area yang akan dipotret. Untuk hasil akurat, pakai SPOT ke daerah yang kira-kira secerah gray 18 persen. Cara metering ini hanya bisa dilakukan kalau tak buru-buru, misalnya motret matahari terbit/tenggelam. Cara metering paling cepat adalah dengan EVALUATIVE, dibutuhkan kecerdasan dan pengalaman untuk melakukan kompensasi tersebut.

Jadi, metering itu adalah soal memilih metodanya dan kompensasinya. Setelah dapat, mau otomatis atau manual tak ada bedanya. Masalah kompensasi dalam metering, coba lihat tombol bertanda plus garis miring minus. Kompensasi minus dalam metering, kalian lakukan kalau rata-rata kecerahan yang kalian potret lebih gelap daripada gray 18%. Demikian pula sebaliknya. Kalau area yang kalian potret “rasanya” lebih terang daripada gray18%, metering yang kalian kompensasi PLUS.

Memotret secara umum melakukan metering dari pantulan cahaya yang kembali ke kamera. Tapi pengukuran metering terbaik adalah dengan mengukur cahaya langsung dari sumbernya dengan lightmeter lepas (Mamiya, Seconic dll).

Untuk memotret landscape, kalian bisa pakai spot, ukur di daerah yang kira-kira gray 18% atau pakai EVALUATIVE dengan kompensasi rata-rata 0,3 stop. Untuk pemotretan panggung, pakai EVALUATIVE, dengan kompensasi dari minus 1 stop sampai 3 stop.

Tambahan : Zona System adalah sistem pembagian wilayah “kecerahan” sebuah foto. Hubungannya dengan metering agak jauh.

Demikian ulasan tentang metering pada kamera dslr , semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

7 Teknik Fotografi Yang Sering Di Lupakan Fotografer Pemula

Cetak foto kanvas - Fotografi merupakan salah satu hobi yang cukup menjanjikan bila ditekuni dengan baik. Tidak hanya penuh dengan hal positif yang dapat membuat seseorang lebih dekat dengan seni, fotografi juga dapat dijadikan sumber penghasilan untuk sebagian orang. membuat hasil foto yang indah haruslah melibatkan pemikiran dan ide-ide yang kreatif. meskipun sering terbantu dengan peralatan fotografi yang bagus, namun yang kalian perlukan sebelum pengambilan foto adalah berfikir dan mengerti tentang apa yang ingin kamu tangkap dari objek atau yang akan kalian ciptakan dari objek tersebut.



banyak pemula yang mengabaikan teknik dasar dari suatu seni fotografi namun pada dasarnya jika diperhatikan dan ditekuni lebih dalam, banyak para fotografer professional berawal dari menekuni beberapa teknik ini, berikut penjelasannya

1. Atur Format RAW Pada Saat Pemotretan Gambar
Sebagian besar kamera digital memiliki kemampuan untuk mengambil gambar dalam format JPG. Hal tersebut memang praktis bagi para pengguna awam karena format tersebut mudah untuk ditransfer ke berbagai perangkat dan mudah untuk diunggah ke internet.

Namun jika kalian berniat menggeluti dunia fotografi dengan serius, kalian perlu belajar mengambil gambar dengan format RAW. Pasalnya, dengan format tersebut kalian masih dapat mengatur gambar seperti tingkat pencahayaan, ketajaman gambar, dan dan lain-lain.

2. Jangan Ragu Untuk Bereksperimen dengan post-processing
Post-processing merupakan pengolahan setelah gambar diambil atau singkatnya mengedit gambar. Ada banyak software yang dapat digunakan untuk melakukan post-processing, mulai dari Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, dan Google Nik Collection. Cobalah untuk bereksperimen dengan software tersebut agar foto kalian menjadi lebih bagus.

3. Gunakan Lensa Yang Bervariasi
Meskipun lensa kamera bawaan (lensa kit) semakin bagus kualitasnya, kalian harus tetap mencoba berbagai jenis lensa yang ada di pasar. Ada banyak sekali jenis lensa di luar sana, dan sebagian besar merupakan lensa yang dirancang khusus untuk kegiatan tertentu.

4. Gunakan Flash Pada Waktu Tertentu Saja
Banyak orang yang sering menggunakan lampu flash ketika mengambil gambar, padahal salah satu dasar fotografi adalah sebisa mungkin tidak menggunakan lampu flash. Sebisa mungkin carilah sumber cahaya alami yang ada di sekitar. Jika masih gelap, kalian bisa mainkan pengaturan apperture, shutter dan ISO.

Misalnya lensa makro untuk fotografi objek kecil, atau lensa telephoto untuk memotret objek yang jaraknya jauh. Bereksperimen dengan lensa akan mempertajam insting fotografi kalian.

5. Bersihkan Sensor dan Lensa Secara Berkala
Sensor dan lensa merupakan salah satu bagian kamera yang paling sensitif. Jika terdapat debu di sensor atau lensa, otomatis hasil jepretan kalian tidak akan maksimal. Membersihkan sensor secara berkala adalah solusinya. Sebaiknya gunakan juga alat pembersih sensor khusus untuk membersihkan sensor dan lensa kalian.

6. Ganti Kamera Pada Saat Yang Tepat
Ada banyak sekali jenis kamera dari berbagai merek. Sama seperti ponsel, kamera pun memiliki "kasta" dari tipe pemula, hingga tipe profesional. Tentunya semakin menuju profesional, harga kameranya semakin mahal.

7. Ganti Tali Kamera Sesuai Kebutuhan
Ketika membeli kamera, biasanya kalian juga akan mendapatkan tali kamera dalam paket penjualannya. Menurut para fotografer profesional, tali kamera tersebut tidak nyaman digunakan, apalagi ketika kalian menggunakan lensa besar dan berat. Membeli tali kamera khusus akan membantu kalian semakin nyaman ketika menggambil gambar.

Kuncinya, jika kalian benar-benar ingin menekuni dunia fotografi, tidak disarankan untuk menggunakan kamera saku (POCKET KAMERA), kamera ponsel, atau kamera DSLR kelas pemula. cobalah untuk menggunakan kamera DSLR atau mirrorless yang lebih tinggi kelasnya. harganya memang mahal, namun fiturnya lebih lengkap dan lebih cocok untuk kamu yang sedang belajar fotografi.

Diberdayakan oleh Blogger.